Tafsir Surat An-Naas

Surat An-Naas

Oleh : Rifamumza Ghana Ghifara

 

Bismillahirrahmanirahim

Surat An-Naas terdiri dari 6 ayat dan tergolong ke dalam Surat Makiyyah.

Allah –subhanahu wata’ala- berfirman

 

بسم الله الرحمن الرحيم

قل أعوذ برب الناس 0 ملك الناس 0 إله الناس 0 من شر الوسواس الخناس 0 الذي يوسوس في صدورالناس 0 من الجنة والناس 0

Katakanlah : ” Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. 0 Raja manusia, 0 Rabb manusia, 0 Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, 0 yan membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, 0 dari (golongan) jin dan manusia. 0 (Qs. An-Naas : 1-6)

Firman Allah –subhanahu wata’ala-

 ( قل أعوذ برب الناس )

‘Katakanlah : ” Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia.’

Dia adalah Allah ‘azza wa jalla. Dia adalah Rabb manusia dan yang lainnya. Rabb manusia, malaikat, jin, langit, bumim matahari, bulan, dan Rabb segala sesuatu. Tetapi pada surat ini, dikhususkan pada manusia.

 

  (ملك الناس) yaitu Raja yang memiliki kekuasaan yang tertinggi terhadap manusia, kekuasaan-Nya sangat sempurna, Dia-lah Allah.

 

(إله الناس) adalah Tuhan sesembahan mereka. Sesembahan yang hak yaitu yang dituhankan oleh hati, dicintai dan diagungkannya, Dialah Allah.

 

من شر الوسواس الخناس 0 الذي يوسوس في صدورالناس 0 من الجنة والناس 0

 

Berkata para ulama : (الوسواس) ialah mashdar (kata dasar) yang berarti isim fa’il. Yaitu, (الوسواس) atau (الوسواسة), maksudnya : apa yang terlintas dalam hati berupa fikiran, sangkaan, khayalan, yang tidak ada kebenarannya.

 

(الخناس) ialah yang memperdayakan, mengganggu, yang pergi dan datang ketika seseorang berdzikir kepada Allah –subhanahu wata’ala-, dia adalah setan. Oleh karena itu, jika adzan berkumandang setan akan lari terkentut-kentut sehingga tidak lagi terdengar adzan tersebut. Ia akan kembali jika adzan selesai. Dan akan kembali lari jika mendengar iqamah. Jika iqamah selesai, ia kembali untuk menggnggu orang yang sedang shalat. Ia katakan : “ingatlah ini, ingatlah ini. Orang ini terus diganggu sehingga tidak mengetahui berapa raka’at yang telah ia kerjakan. Oleh karena itu, terdapat dalam sebuah atsar :

إذا تغولت الغيلان فبادروا بالأذان

“Jika setan datang mengganggu maka segeralah kumandangkan adzan”

 

Al-ghilan ialah setanyang dikhayalkan seorang musafir seolah-olah sesuatu yang menakutkan, atau kedatangan musuh atau yang seumpamanya. Jika seseorang bertakbir, setan tersebut akan lari.

 

(من الجنة والناس ) was-was (bisikan) ini bisa dari jin ataupun dari manusia. Adapun was-was yang datang dari jin, adalah hal yang nyata, sebab ia mengalir di aliran darah manusia. Adapun was-was dari manusia, yaitu dengan membisikkan kepada orang lain suatu kejahatan dan menhiasinya, sehingga orang itu menerima kejahatan tersebut, kemudian ia pun pergi meninggalkan orang tersebut.

 

Wallahu ta’ala a’lam bis showab..